idownloadblog
(Sumber gambar: idownloadblog)

Cara untuk menghemat baterai Smartphone

Diposting pada

Ponsel pintar (Smartphone) mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun ini. Merek smartphone global seperti Samsung, Nokia, dan Apple telah menghadirkan produknya dengan sistem operasi yang canggih seperti Samsung dengan Android Google, Nokia dengan Windows Phone, dan Apple dengan IOSnya. Smartphone ini memungkinkan pengguna untuk bermain game, akses sosial media, mendengarkan musik MP3, memotret, bahkan streaming video.

Dengan beragam kemampuan yang dimiliki, tidak mengherankan jika masa pakai baterai smartphone selalu menjadi perhatian pengembang, produsen dan pengguna itu sendiri. Rata-rata baterai smartphone dapat bertahan satu atau dua hari, sebelum benar-benar habis dan membutuhkan untuk pengisian ulang.

Memang saat ini sudah tersedia power bank yang digunakan untuk mengisi baterai saat dalam perjalanan dan tidak dijumpai stop kontak listrik. Namun ternyata penggunaan power bank secara terus-menerus malah akan memperpendek usia baterai. Dengan kata lain baterai akan cepat rusak.

Sementara kita menunggu pengembang Smartphone meningkatkan kemampuan baterai, alternatif yang dapat kita lakukan adalah mengheman masa pakai beterai. Seperti halnya tingkat energi kita, masa pakai baterai dapat dimanfaatkan dan dikelola secara efektif. Ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk membuat Smartphone bertahan lebih lama.

Berikut 10 cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan baterai smartphone.

1. Matikan Mode Getar (Vibrations)


Mode Getar sangat baik untuk memberitahu kita adanya panggilan atau pesan masuk saat kita berada di bioskop, rapat atau tempat lain yang memungkinkan agar telepon tetap diam. Di tempat yang tidak mensyaratkan ponsel diam, akan lebih baik untuk menggunakan nada dering sebagai pemberitahuan jika kamu ingin mempertahankan baterai smartphone lebih lama.

Suara yang dihasilkan oleh nada dering hanyalah getaran yang sangat kecil pada speaker Smartphone. Bandingkan dengan getaran yang dihasilkan oleh seluruh telepon melalui mode vibrations. Penggunaan nada dering saja tentu akan mengurangi penggunaan baterai kamu. Jika kamu berpikir untuk menggunakan getaran, maka lebih baik menonaktifkan getaran atau paling tidak mengurai besarnya getaran.

2. Meredupkan layar


Layar smartphone merupakan salah satu penghisap baterai terbesar. . Hal ini karena kamu harus mengaktifkan layar setiap kali menggunakan ponsel. Layar smartphone yang terlalu terang dapat memperpendek daya tahan baterai. Meredupkan layar ponsel efektif untuk mengurangi konsumsi daya smartphone kamu.

Penggunaan auto-brightness mengkin terdengar berguna, namun kecerahan otomatis biasanya lebih terang dari yang sebenarnya kmu butuhkan. Lebih baik menyetel kecerahan secara manual ke tingkat yang rendah tapi nyaman. Menerapkan cara ini membuat masa pakai baterai kamu lebih lama.

3. Mempersingkat Timeout Layar

Dengan cara yang sama, jika kamu ingin meminimalkan konsumsi daya ponsel, kamu sebaiknya mempertimbangkan untuk memperpendek batas waktu layar. Ini menentukan berapa lama layar akan tetap menyala setelah setelah kamu menggunakannya.

Beberapa dari kita tidak memiliki kebiasaan ‘mengunci’ telepon setelah kita selesai melakukannya; Kebanyakan hanya membiarkannya menyala dan mati dengan sendirinya. Menjaga durasi waktu memastikan bahwa telepon tidak menyia-nyiakan baterai saat kita tidak menggunakannya.

4. Mengisi Baterai dengan benar


Berbicara soal pengisian daya ponsel, umumnya ada dua jenis baterai isi ulang yang biasa digunakan untuk smartphone: Lithium-ion (Li-Ion), dan baterai berbasis nikel: yaitu Nickel-Metal Hydride (NiMH) dan Nickel-Cadmium (NiCd).

Kapasitas baterai dalam baterai NiCd berkurang setiap kali Anda mengisi ulang baterai. Meskipun demikian, baterai NiCd memiliki siklus hidup yang lebih lama, misalnya baterai dapat dinaikkan lebih sering daripada baterai NiMH sebelum berhenti bekerja. Baterai berbasis nikel harus diisi (dengan jumlah penuh) saat baterai hampir habis, dan bukan saat masih ada sisa energi yang tersisa.

Baterai Li-Ion memiliki siklus hidup terpanjang di antara ketiga jenis baterai namun juga perlu diisi lebih sering (bahkan saat baterai tidak habis digunakan) untuk mempertahankan kapasitas aslinya. Agar baterai kamu tahan lama, cari tahu lebih banyak tentang jenis baterai yang digunakan smartphone kamu dan pertahankan strategi pengisian yang sesuai untuk penggunaan optimal.

5. Tutup Aplikasi yang Tidak Perlu


Beberapa dari kita biasanya membuka aplikasi dan setelah menggunakan aplikasi tidak menutupnya bahkan setelah kita tidak lagi menggunakannya. Kemampuan multi-tasking ini adalah fitur umum dari smartphone, namun ini juga merupakan alasan utama mengapa daya tahan baterai berkurang dengan mudah. Hal terburuk adalah kamu kehilangan daya baterai kamu bahkan saat kamu tidak menggunakannya. Membiarkan aplikasi tetap terbuka akan memperpendek usia baterai ponsel kamu. Sebaiknya tutup aplikasi jika kamu tidak menggunakannya. Ada beberapa aplikasi berharga di luar sana yang dapat digunakan untuk mengelola kemampuan multitasking smartphone untuk menghemat masa pakai baterai tanpa membahayakan penggunaan. Salah satu aplikasi Android adalah Advanced Task Killer.

6. Nonaktifkan GPS


Aplikasi tertentu menghabiskan lebih banyak daya baterai daripada yang lain, terutama aplikasi yang memanfaatkan sistem GPS untuk melacak lokasi kamu. Smartphone memiliki fitur GPS yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan sinyal ke dan dari satelit untuk menentukan lokasi yang tepat, misalnya, aplikasi berbasis peta seperti Google Maps atau untuk check-in di Facebook.

Saat dibiarkan berjalan di latar belakang, beberapa aplikasi ini mungkin terus mengirim dan menerima sinyal. Dibutuhkan banyak daya dari baterai ponsel kamu untuk terus melakukan itu, bahkan saat kamu tidak menyadarinya. Oleh karena itu, Kamu harus memastikan bahwa aplikasi tertentu ditutup saat Kamu benar-benar tidak membutuhkannya. Cara yang lebih ekstrem adalah dengan menonaktifkan layanan lokasi saat diminta oleh aplikasi ini. Ini dapat memperlambat efisiensi aplikasi ini namun lokasi kamu tidak akan dilacak oleh aplikasi dan beberapa pengguna dengan sengaja melakukannya karena alasan privasi.

7. Matikan, Wi-Fi, 3G / 4G Saat Tidak Di Gunakan


Energi dikonsumsi setiap kali smartphone kamu mencari sinyal, Wi-Fi, 3G atau Bluetooth dll. Bila penerimaannya buruk, telepon akan terus dipindai untuk mendapatkan koneksi yang baik. Pencarian berulang untuk sinyal ini dapat dengan mudah membuat tingkat baterai kamu menurun drastis.

Mematikan Wi-Fi atau Bluetooth kamu saat tidak diperlukan merupakan langkah yang tepat. Salah satu cara mudah untuk melakukannya adalah dengan beralih ke ‘Airplane Mode’ atau cukup matikan telepon saat kamu tidak dapat mendapatkan sinyal apa pun. Misalnya di daerah terpencil.

Di sisi lain, saat kamumembutuhkan koneksi internet, pastikan bahwa kamu berada di zona konektivitas tinggi. Ini akan mencegah smartphone kamu terus-menerus mencari koneksi dan membuang-buang daya baterai dari satu sinyal ke sinyal lainnya.

8. Minimalkan Notifikasi


Penggunaan internet pada smartphone menjadikan kita lebih sering mendapatkan notifikasi. Misalnya update berita terbaru, skor bola, email, pemberitahuan dari permainan. Tapi saya yakin kamu hanya ingin diberitahu tentang hal-hal yang penting seperti pesan teks baru atau pesan dari Whatsapp.

Kelola pengaturan notifiaksi ponsel kamu dengan baik dan nonaktifkan pemberitahuan yang tidak perlu untuk menghemat sedikit daya baterai (dan hindari frustrasi dengan pemberitahuan yang terus menerus ini).

9. Pastikan Suhu Dingin Ponsel Tetap Dingin


Beberapa dari kita mungkin telah mengamati bahwa baterai kita habis lebih cepat saat ponsel kita hangat. Sederhananya, jangan tinggalkan smartphone kamu di bawah sinar matahari langsung atau di sembarang tempat yang sedang panas.

Salah satu kejadian yang paling umum akan meninggalkan smartphone di sebuah mobil yang diparkir di bawah terik matahari. Baterai akan berfungsi optimal di lingkungan yang lebih dingin, jadi perhatikan, dan coba hindari, di mana ponsel kamu terkena panas yang tidak perlu dan berlebihan.

10. Matikan auto-sync


Pembaharuan otomatis menjadi salah satu hal yang mempercepat daya baterai cepat berkurang. Apabila kamu tidak memerlukan akun Google yang diperbarui setiap 15 menit, cukup dengan mematikan auto-sync pada ponsel smartphone.

Namun apabila kamu sering menggunakan aplikasi-seperti email-penyegaran (refresh) secara manual tentu diperlukan. Ini menurut saya lebih baik daripada mengaktifkan auto-sync sepanjang hari, bahkan saat kamu mungkin tidak memerlukannya.

Apakah informasi diatas berguna atau belum jelas? Silahkan kirim komentar anda di kotak komentar di bawah tulisan ini.

Tinggalkan Balasan